BANGKA BARAT – Aktivitas arus mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjung Kalian mulai menunjukkan peningkatan pada H-7 lebaran. Sejumlah kendaraan pribadi terlihat mengantre di area penyangga pelabuhan, sementara penumpang pejalan kaki memadati ruang tunggu untuk menyeberang ke Pulau Sumatera.
Meski terjadi antrean kendaraan, kondisi lalu lintas menuju pelabuhan masih terpantau lancar dan belum sampai menyebabkan kemacetan panjang di jalan utama sekitar kawasan pelabuhan.
General Manager ASDP Bangka, Agustinus Cahyo, menjelaskan situasi arus mudik pada H-7 masih relatif terkendali meskipun terjadi antrean kendaraan di beberapa titik.
“Ini H-7 kondisi di Pelabuhan Tanjung Kalian saat ini untuk muatan kendaraan pribadi ada yang sedang antre di dua buffer zone tapi tidak ada yang mengular sampai ke jalan. Untuk penumpang jalan kaki kondisinya ramai mereka sedang menunggu naik ke kapal,” katanya, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, jumlah kendaraan roda dua yang hendak menyeberang masih berada dalam kategori normal dan belum menunjukkan peningkatan signifikan seperti yang biasanya terjadi mendekati puncak arus mudik.
“Untuk sepeda motor masih normal tidak ada signifikan jumlahnya. Untuk truk ini posisinya ada yang di luar (pelabuhan) atau di akses jalan masuk Batu Rakit mungkin 50 hingga 100 meter (panjang antrean) dan bus belum ada,” katanya.
Menurutnya, antrean kendaraan menjelang musim mudik merupakan hal yang lazim terjadi karena banyak pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan pada hari-hari mendekati Lebaran.
“Kalau kendala antrean ini hal yang biasa karena berlomba-lomba agar bisa mudik duluan tapi yang berpikir sama itu banyak jadi mereka duluan,” katanya.
Pihak pengelola pelabuhan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan kendaraan dan penumpang untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan.

















