BANGKA BARAT – Sebanyak 1.943 santri dan santriwati mengikuti Wisuda TKA dan TPA yang digelar oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA-BKPRMI) Kabupaten Bangka Barat di Lapangan Atletik Pemda Bangka Barat, pada Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai unsur organisasi dan lembaga keagamaan, di antaranya DPW BKPRMI Bangka Belitung, Kementerian Agama, Pemuda Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Bangka Barat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman menyampaikan, pendidikan agama merupakan fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda. Penanaman nilai-nilai keislaman sejak dini dinilai sangat penting untuk membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan moral yang baik.
“Pendidikan agama harus ditanamkan sejak dini karena berperan penting dalam membentuk pribadi yang cerdas, beradab, dan berakhlak mulia. Untuk mewujudkan generasi Rabbani yang memiliki keseimbangan antara IMTAQ dan IPTEK, diperlukan komitmen serta kerja sama semua pihak dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan,” kata Yus Derahman.
Lebih lanjut, momentum wisuda santri TKA dan TPA ini disebut sebagai langkah strategis dalam mencetak generasi penerus yang religius, berkarakter, peduli terhadap lingkungan sosial, serta memiliki kualitas yang mampu bersaing di masa depan.
“Momentum wisuda ini dinilai sebagai langkah strategis untuk melahirkan generasi yang religius, berkarakter, peduli sosial, dan berkualitas, sehingga mampu menjadi kebanggaan bangsa dan negara,” ujarnya.
Yus Derahman juga menegaskan bahwa para santri yang diwisuda merupakan aset berharga bagi daerah maupun bangsa. Karena itu, peran keluarga, khususnya orang tua, sangat dibutuhkan dalam mendampingi proses pendidikan dan pembentukan karakter anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Selain itu, anak-anak yang diwisuda disebut sebagai aset berharga daerah dan bangsa yang diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu, para orang tua diajak untuk terus mendampingi dan membimbing anak-anak agar tetap dekat dengan nilai-nilai agama, karena pendidikan agama merupakan benteng utama dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat,” katanya.
















