Salah seorang pemudik, Rudi (34), mengaku mengapresiasi kehadiran langsung Kapolres di tengah masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
Menurut dia, kehadiran pimpinan kepolisian yang turun langsung menyapa masyarakat memberikan rasa aman sekaligus kedekatan antara polisi dan masyarakat.
“Kami sebagai pemudik merasa senang. Pak Kapolres langsung turun ke lapangan, menyapa kami dan menanyakan kondisi perjalanan. Ini membuat kami merasa diperhatikan,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan pemudik lainnya yang menilai sikap ramah dan humanis aparat kepolisian menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa nyaman selama perjalanan mudik.
Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan pemantauan arus mudik di Pelabuhan Tanjung Kalian guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.
Berdasarkan perkiraan, puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi terjadi pada 14–15 Maret 2026, dengan potensi peningkatan jumlah kendaraan dan penumpang yang menyeberang dari Bangka menuju Sumatera.
Hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026 di wilayah Bangka Barat masih terjaga dengan baik, termasuk belum adanya laporan kecelakaan lalu lintas dengan korban fatal.

















