BANGKA BARAT – Sejumlah sopir truk di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, menjadi sorotan publik setelah video berdurasi 1 menit 45 detik viral di media sosial, pada Minggu (15/3/2026) lalu.
Dalam video tersebut, para sopir terlihat menyuarakan keluhan akibat lamanya antrean untuk bisa menyeberang.
Kondisi antrean kendaraan barang yang mengular disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dan memicu keresahan di kalangan sopir. Aktivitas distribusi logistik pun sempat terganggu karena kepadatan kendaraan yang belum terangkut kapal penyeberangan.
Salah seorang sopir truk, Imam, mengaku telah menunggu cukup lama untuk mendapatkan tiket penyeberangan menuju Pelabuhan Tanjung Api-api.
“Dari kemarin sore sudah menunggu, hampir 24 jam. Katanya tiket untuk truk baru tersedia tanggal 16, sampai sekarang belum dapat tiket,” ungkap Imam.
Imam mengatakan, selama dua hari terakhir dirinya hanya bisa menunggu di area pelabuhan sambil menanti kepastian jadwal keberangkatan.
“Selama dua hari ini ya duduk-duduk menunggu jadwal menyebrang,” katanya
Menanggapi hal tersebut, pihak ASDP Indonesia Ferry melalui DH Bisnis dan Pelayanan ASDP Bangka, Eka Rossi, memberikan klarifikasi terkait situasi yang terjadi di lapangan.
“Sebenarnya bukan tiga hari, cuma karena arusnya memang sudah meningkat, apa truk barang itu sementara kapal yang beroperasi 11 dan ada dua kapal besar perbaikan,” kata Eka Rossi, Selasa (17/3/2026).
Ia mengungkapkan, lonjakan jumlah kendaraan barang menjadi salah satu penyebab utama antrean panjang. Di sisi lain, berkurangnya jumlah armada kapal yang beroperasi turut memperlambat proses penyeberangan.
Meski demikian, kondisi antrean disebut mulai berangsur terurai. Pihak ASDP juga telah mengupayakan berbagai langkah untuk mengurai kepadatan kendaraan di pelabuhan.
“Sekarang sudah terurai dan insyaallah kalau sudah ada Munic XII nanti malam datang lebih terurai sehingga tidak ada lagi penumpukan,” tambahnya.
Saat ini, operasional penyeberangan di lintasan tersebut tetap berjalan selama 24 jam penuh dengan intensitas hingga 14 trip per hari. Proses bongkar muat kapal pun dioptimalkan dengan durasi sekitar 60 menit guna mempercepat pergerakan kendaraan.















