IMG-20260317-WA0010
SAVE_20260320_152734
Bangka Barat

Bangka Barat Alami Inflasi 2,53 Persen, Ini Komoditas Penyebabnya

×

Bangka Barat Alami Inflasi 2,53 Persen, Ini Komoditas Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat mencatat laju inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Maret 2026 mencapai 2,53 persen. Kenaikan harga ini didorong oleh sejumlah komoditas utama, terutama dari sektor makanan serta perawatan pribadi.

Berdasarkan rilis resmi BPS tertanggal 1 April 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Bangka Barat tercatat sebesar 106,51, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 103,88.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain inflasi tahunan, secara bulanan (month-to-month/m-to-m) Bangka Barat juga mengalami inflasi sebesar 0,92 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sejak Januari hingga Maret 2026 tercatat sebesar 0,50 persen.

Kepala BPS Kabupaten Bangka Barat, M. Hendy Saputra mengatakan kenaikan inflasi secara tahunan terjadi akibat meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.

“Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 4,20 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak signifikan hingga 13,97 persen,” katanya, Kamis (2/4/2026).

Selain itu, kelompok transportasi kata Hendy mengalami inflasi sebesar 0,75 persen, diikuti rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,01 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,85 persen.

Namun demikian, tidak semua kelompok mengalami kenaikan harga. Beberapa sektor justru mencatat deflasi, di antaranya kelompok pendidikan yang turun cukup dalam sebesar 13,61 persen. Selain itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami deflasi sebesar 0,55 persen, serta perlengkapan rumah tangga sebesar 0,28 persen.

“Dari sisi kontribusi, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,79 persen. Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan kontribusi sebesar 0,83 persen,” ujarnya.

Sejumlah komoditas tercatat dominan mendorong inflasi, antara lain emas perhiasan, udang basah, ikan kembung, ikan tenggiri, daging ayam ras, beras, serta berbagai jenis sayuran dan buah. Selain itu, rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT) juga turut menyumbang kenaikan harga.

error: