Gong Xi Fa Chai
Bangka Barat

Kadinkes Babar Sebut Kerusakan Puskesmas Jebus Masih Tanggung Jawab Kontraktor

×

Kadinkes Babar Sebut Kerusakan Puskesmas Jebus Masih Tanggung Jawab Kontraktor

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video atap plafon Puskesmas Jebus ambruk. Foto: Istimewa.
Tangkapan layar video atap plafon Puskesmas Jebus ambruk. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Insiden plafon ambruk dan banjir yang terjadi di Puskesmas Jebus menuai sorotan publik. Peristiwa ini memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas pembangunan fasilitas kesehatan, sekaligus memicu respons dari pemerintah daerah dan DPRD Bangka Barat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius setelah tenaga kesehatan mengeluhkan dampak kerusakan bangunan yang dinilai mengganggu pelayanan. Meski begitu, pihak Dinas Kesehatan Bangka Barat menilai kejadian tersebut masih dalam batas aman dan menjadi tanggung jawab pihak penyedia jasa konstruksi.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Rangkuti, menyampaikan bahwa ambruknya plafon terjadi akibat tingginya debit air yang tidak mampu ditahan oleh struktur plafon berbahan PVC. Ia memastikan akan meninjau langsung lokasi kejadian.

“Cuma empat plafon saja itu yang jatuh karena air. Kan ringan kalau PVC, sangat ringan, tapi aman aja, aman, karena tanggung jawab mereka (CV),” katanya, Rabu (22/4/2026).

Menurut Rangkuti, kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena proyek pembangunan masih berada dalam masa tanggung jawab kontraktor hingga Juni 2026.

Di sisi lain, Wakil Ketua II DPRD Bangka Barat, Samsir, memiliki pandangan berbeda setelah turun langsung meninjau lokasi. Ia menilai kondisi bangunan Puskesmas Jebus cukup memprihatinkan dan perlu penanganan serius.

Samsir mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama plafon ambruk adalah sistem talang air yang tidak memenuhi standar. Akibatnya, saat hujan dengan debit tinggi, air tidak tertampung dengan baik dan membebani plafon hingga akhirnya runtuh.

“Solusinya, bukan hanya ganti holo (yang rusak) dan PVC plafon saja. Tapi harus membongkar dan mengganti talang airnya,” kata Samsir, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menyoroti persoalan banjir yang terjadi di dalam gedung puskesmas. Menurutnya, desain bangunan justru menyebabkan air hujan terkumpul di satu titik di dalam area puskesmas.

“Seluruh air dari atap tumpah ke satu tempat di dalam Puskesmas. Mungkin mereka mau membangun taman di dalam Puskemas,” ungkapnya.

error: