Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa area yang direncanakan sebagai taman tersebut hanya dilengkapi satu saluran pembuangan dengan pipa berukuran kecil, sehingga tidak mampu menampung volume air saat hujan deras.
Samsir menilai perencanaan pembangunan tidak mempertimbangkan aspek teknis dan dampak jangka panjang. Ia pun mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan segera oleh pihak terkait.
“Kalau tidak diperbaiki, puskesmas akan banjir terus setiap hujan turun,” demikian kata Samsir.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan fasilitas publik, terutama yang berkaitan langsung dengan layanan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan tetap berjalan optimal.















