HUT BABAR 2026 (4X6)..
Bangka Barat

Babar Didorong Tinggalkan Pola Lama dalam Pembangunan Daerah

×

Babar Didorong Tinggalkan Pola Lama dalam Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Momentum Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Bangka Barat dijadikan sebagai ajang refleksi bersama terhadap perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

Peringatan HUT ke-23 Kabupaten Bangka Barat tersebut digelar melalui rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Bangka Barat di Gedung Mahligai Betason II, Senin (25/5/2026).

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Suasana rapat berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga para presidium pembentukan Kabupaten Bangka Barat.

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat, Badri Syamsu, didampingi Wakil Ketua I DPRD Oktorazsari dan Wakil Ketua II DPRD Samsir.

Turut hadir dalam kegiatan itu Plt. Kepala Biro Pemerintahan Setda Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibnu Suasana, Bupati Bangka Barat Markus, unsur Forkopimda, serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat.

Badri Syamsu menyebut capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu serta dukungan seluruh elemen masyarakat yang menjaga suasana aman dan kondusif di Negeri Sejiran Setason.

“Maka sebagai wujud syukur dan terima kasih kepada para pendahulu kita, kita harus tetap bekerja dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat daerah kita,” katanya.

Badri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat keamanan hingga masyarakat umum yang telah berkontribusi menjaga stabilitas daerah.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks sehingga diperlukan sinergi kuat antara DPRD, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder.

“Menyikapi berbagai kendala, permasalahan dan tantangan tentunya menuntut sistem pengelolaan pemerintahan dan pembangunan yang responsif, kolaboratif, inovatif dan berkelanjutan dalam upaya memaksimalkan berbagai potensi dan keunggulan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan daerah tidak dapat dijalankan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar pembangunan berjalan secara holistik dan integratif.

error: