HUT BABAR 2026 (4X6)..
IMG-20260526-WA0000
Nasional

Hoaks Dana Bantuan Rp100 Juta Mengatasnamakan Wapres Gibran Beredar, Masyarakat Diminta Waspada

×

Hoaks Dana Bantuan Rp100 Juta Mengatasnamakan Wapres Gibran Beredar, Masyarakat Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Wapres Gibran. Foto: Istimewa.
Wapres Gibran. Foto: Istimewa.

NASIONAL – Informasi mengenai adanya program dana bantuan sebesar Rp100 juta yang diklaim diumumkan oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali beredar luas di media sosial. Unggahan tersebut viral dan memicu perhatian masyarakat karena menampilkan video yang seolah-olah memperlihatkan pengumuman resmi dari pemerintah.

Setelah dilakukan penelusuran fakta, informasi tersebut dipastikan tidak benar. Video yang beredar merupakan hasil manipulasi dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sehingga menampilkan narasi yang berbeda dari rekaman aslinya. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berdasarkan hasil pemeriksaan, video yang beredar di Facebook mengklaim bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengumumkan penyaluran dana bantuan pemerintah senilai Rp100 juta kepada masyarakat.

Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut merupakan hoaks. Tidak ditemukan informasi resmi maupun sumber kredibel yang menyatakan adanya program bantuan sebagaimana disebutkan dalam video tersebut.

Video asli diketahui berasal dari kanal YouTube resmi Wakil Presiden Republik Indonesia yang diunggah pada 22 Oktober 2025. Dalam tayangan tersebut, Gibran tidak pernah mengumumkan program bantuan dana, melainkan menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.

Selain itu, hasil analisis menggunakan Hive Moderation mengungkapkan bahwa audio yang memperdengarkan seolah-olah Gibran mengumumkan bantuan Rp100 juta merupakan hasil rekayasa AI. Sistem tersebut mendeteksi probabilitas sebesar 98,9 persen bahwa suara dalam video merupakan suara sintetis yang dihasilkan teknologi kecerdasan buatan.

Maraknya penyebaran konten hasil manipulasi AI menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial.

Sebelum mempercayai atau membagikan sebuah unggahan, publik disarankan untuk melakukan verifikasi melalui sumber resmi maupun layanan pemeriksa fakta sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu yang dapat menyesatkan.

error: