HUT BABAR 2026 (4X6)..
IMG-20260526-WA0000
BlogNasional

Banyak Temuan Pelanggaran, 833 Dapur MBG Ditutup Permanen

×

Banyak Temuan Pelanggaran, 833 Dapur MBG Ditutup Permanen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tegas tersebut diwujudkan melalui penindakan terhadap pegawai yang melanggar aturan, evaluasi terhadap ratusan dapur penyedia makanan bergizi, hingga penguatan sistem pengawasan agar program berjalan lebih transparan.

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan reformasi tata kelola dilakukan untuk memastikan Program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pembenahan difokuskan pada peningkatan disiplin, pengawasan internal, serta keterbukaan informasi kepada publik.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sudaryono menjelaskan terdapat tiga fokus utama dalam evaluasi yang sedang dijalankan, yakni penanganan dugaan tindak pidana korupsi, penyempurnaan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, serta peningkatan transparansi pelaksanaan program.

“Kami menyerahkan penanganan dugaan korupsi kepada aparat penegak hukum. Kami juga siap membuka seluruh informasi yang dibutuhkan selama proses hukum berlangsung,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia menegaskan seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menjalankan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan. Sebagai aparatur negara, kepala SPPG memiliki tanggung jawab menjaga kualitas pelayanan di setiap dapur penyedia makanan bergizi.

Dalam proses evaluasi hingga 27 Juli 2026, BGN telah memberhentikan sebanyak 261 pegawai non-ASN, yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga alih daya. Selain itu, sembilan ASN dan PPPK juga tengah menjalani proses pemeriksaan atas dugaan pelanggaran disiplin berat.

“Kami juga menemukan 39 pelanggaran disiplin ringan. Seluruhnya akan dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan,” kata Sudaryono.

Tak hanya pada aspek kepegawaian, evaluasi juga menyasar dapur pelaksana Program MBG. Sebanyak 833 dapur disuspensi karena dinilai belum memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan.

Rinciannya meliputi 98 dapur di Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur di wilayah lainnya.

error: