Karena itu, kehadiran ruang kreatif seperti kegiatan seni dan olahraga dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjaga keseimbangan perkembangan anak di era digital.
Dalam proses latihan, pihak pelatih dan manajemen Candela Band juga menempatkan pendidikan formal dan ibadah sebagai prioritas utama. Jadwal latihan disusun agar tidak mengganggu aktivitas belajar di sekolah.
“Selama ini kegiatan band tidak mengganggu sekolah. Pendidikan dan ibadah tetap menjadi yang utama sebelum mereka berlatih,” kata orang tua personel.
Selain meningkatkan kemampuan bermusik, kegiatan tersebut juga memberikan berbagai manfaat dalam pembentukan karakter anak. Orang tua menilai anak-anak mulai belajar bersikap rendah hati, tidak cepat puas terhadap pencapaian, serta memahami pentingnya disiplin dan tanggung jawab.
Kebersamaan antarpersonel juga semakin kuat seiring intensitas latihan yang rutin dilakukan. Bahkan, perubahan paling berkesan yang dirasakan orang tua adalah meningkatnya semangat dan rasa percaya diri anak saat tampil di hadapan publik.
“Yang paling terlihat sekarang adalah semangat mereka. Mental untuk tampil di depan orang banyak juga mulai terbentuk,” katanya.
Para orang tua menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi faktor penting karena seluruh personel masih berusia anak-anak. Mereka berupaya selalu hadir mendampingi saat latihan maupun ketika anak tampil di berbagai kesempatan.
Ke depan, para orang tua berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat menyediakan lebih banyak ruang kreatif, panggung, dan kesempatan tampil bagi anak-anak agar bakat mereka terus berkembang.
Mereka juga berharap keberadaan Candela Band dapat menginspirasi keluarga lain untuk mengarahkan anak pada kegiatan positif, baik di bidang musik, olahraga, seni tari, maupun aktivitas kreatif lainnya.
















