“Kami meyakini masih banyak pohon durian berkualitas yang tumbuh di kebun-kebun masyarakat namun belum terekspos. Melalui kontes ini, pemerintah ingin menemukan potensi tersebut agar dapat dilindungi, dikembangkan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani maupun daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, ST., MT., menjelaskan seluruh tahapan penilaian dilakukan secara profesional oleh dewan juri independen yang terdiri dari akademisi, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), praktisi durian nasional, serta tenaga ahli pengawasan benih tanaman dari UPTD PSMB.
Menurutnya, varietas durian yang telah mengantongi Surat Keputusan Kementerian Pertanian, seperti Namlung dan Klamunod, tidak diikutsertakan dalam kompetisi.
“Langkah tersebut dilakukan agar varietas lokal lainnya memiliki kesempatan untuk tampil, dinilai, hingga berpeluang mendapatkan pengakuan resmi sebagai varietas unggul baru,” ucapnya.
Ia menambahkan, pohon induk milik peserta yang berhasil meraih juara nantinya akan menjalani tahapan observasi, sertifikasi, serta perlindungan hak kekayaan varietas oleh pemerintah sebagai bentuk upaya menjaga sumber daya genetik asli Bangka Belitung.
Bupati Bangka Barat, Markus menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi.
“Kita dukung penuh. Mudah-mudahan menjadi event rutin tahunan biar daerah kita ramai dan roda perekonomian masyarakat berputar,” kata Markus.
















