BGN juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan yang terlibat dalam pengawasan dapur MBG. Kolaborasi lintas instansi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga penerapan standar keamanan pangan di lapangan.
Pengawasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya BGN mencegah terjadinya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. BGN menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap persoalan yang dapat membahayakan penerima manfaat.
“Kami sampaikan ungkapan apresiasi dan rasa terima kasih kami dari Badan Gizi Nasional. Yang intinya kami juga ingin menegaskan bahwa keinginan kami adalah zero toleran terhadap adanya kasus keracunan kemudian di kemudian hari,” ujarnya.
Penutupan ratusan dapur yang tidak memenuhi standar serta pemeriksaan terhadap ribuan dapur lainnya menunjukkan bahwa keamanan pangan menjadi salah satu fokus utama BGN dalam pelaksanaan MBG. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan sekaligus memastikan makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi.
















