BELITUNG TIMUR – Video aksi pembakaran lahan yang beredar luas di media sosial akhirnya mengungkap identitas dua remaja yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Belitung Timur bergerak melakukan penyelidikan setelah rekaman CCTV memperlihatkan aktivitas mencurigakan di lokasi kejadian.
Hasil penyelidikan mengarah kepada dua remaja asal Kabupaten Belitung Timur. Keduanya yang masih berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH) kemudian diamankan polisi dari kediaman masing-masing pada Minggu (23/8/2026) pagi.
Kapolres Belitung Timur AKBP Husni Tamrin membenarkan pengamanan tersebut. Ia mengatakan kedua ABH saat ini berada di Mapolres Belitung Timur untuk menjalani pemeriksaan terkait peristiwa pembakaran lahan.
“Sudah kita amankan di Polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kejadian kemarin,” kata Husni saat dikonfirmasi, Minggu (23/8/2026).
“Kedua ABH ini kita amankan pada Minggu (23/8/26) sekitar pukul 09.40 Wib dikediamannya masing-masing,” timpalnya.
Husni menjelaskan, peristiwa pembakaran lahan tersebut terjadi pada Kamis sebelumnya. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kedua remaja itu sempat berbincang di sebuah depot pengisian ulang air mineral sebelum kemudian mencari lokasi yang akan digunakan untuk melakukan pembakaran.
“Setelah sempat berkeliling, akhirnya mereka menemukan lokasi lahan kosong yang berada di Jalan Flamboyan Desa Padang Kecamatan Manggar. Kemudian salah satu dari mereka turun dari motor dan langsung membakar bagian tepi jalan pada lahan tersebut menggunakan korek api yang dibawanya,” jelas Husni.
Api yang awalnya hanya membakar bagian kecil lahan kemudian membesar dan menjalar ke area lainnya. Kondisi tersebut membuat kebakaran meluas hingga menghanguskan lahan dengan perkiraan luas sekitar 40 x 60 meter.
“Akibat perbuatan mereka, api yang semulanya kecil, kemudian semakin membesar dan meluas hingga membakar lahan dengan luas kurang lebih 40 x 60 meter,” sambungnya.
Kebakaran tersebut kemudian diketahui warga yang melintas di sekitar lokasi. Warga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan. Setelah berjibaku memadamkan api selama kurang lebih satu jam, kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan.
















