IMG-20260814-WA0068
BALEHO DIRGAHAYU RI 2026 (4x6)
Bangka Barat

Marak Kasus Kekerasan Seksual, Polwan Goes to School Ajarkan Pelajar Mentok Lindungi Diri

×

Marak Kasus Kekerasan Seksual, Polwan Goes to School Ajarkan Pelajar Mentok Lindungi Diri

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Maraknya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk kepolisian. Kondisi tersebut mendorong pentingnya edukasi sejak dini agar anak memiliki pengetahuan dan keberanian untuk mengenali, menolak, serta melaporkan tindakan yang membuat mereka merasa tidak aman.

Pesan itu disampaikan jajaran Polres Bangka Barat melalui program Polwan Goes to School di SD Muhammadiyah Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (26/8/2026).

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak bersama sejumlah Polisi Wanita (Polwan) hadir langsung memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai perlindungan diri dari potensi kekerasan seksual.

Kegiatan dikemas secara interaktif agar materi yang tergolong sensitif tersebut dapat dipahami anak-anak dengan bahasa yang sederhana. Para siswa diajak mengenali tubuh mereka sendiri, termasuk memahami batasan sentuhan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan.

Polwan juga memberikan pemahaman bahwa anak memiliki hak untuk menolak apabila mendapatkan sentuhan, perlakuan, maupun tindakan dari orang lain yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Keberanian untuk berkata “tidak” menjadi salah satu pesan penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Edukasi ini dinilai semakin penting di tengah masih adanya kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak sebagai korban. Anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk mengenali tanda-tanda perlakuan yang tidak pantas sekaligus mengetahui kepada siapa mereka harus meminta pertolongan.

Para pelajar juga didorong agar tidak takut bercerita. Apabila mengalami sendiri atau mengetahui tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual, mereka diminta segera menyampaikannya kepada orang tua, guru, maupun orang dewasa yang dipercaya.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak mengatakan edukasi perlindungan diri harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Menurutnya, anak perlu mengetahui batasan terhadap tubuhnya sekaligus memiliki keberanian untuk menjaga diri.

error: