“Kami memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bagian tubuh yang boleh disentuh dan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh. Harapannya, mereka memiliki keberanian untuk menjaga dan melindungi dirinya sejak dini,” kata Helen.
Menurut Helen, pendekatan edukatif kepada anak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kekerasan seksual. Pemahaman yang diberikan sejak dini diharapkan dapat membuat anak lebih waspada terhadap situasi yang berpotensi membahayakan dirinya.
Agar suasana pembelajaran tidak terasa menegangkan, personel Polwan menggunakan komunikasi dua arah. Para siswa diberi kesempatan menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan berinteraksi langsung dengan polisi.
Kegiatan tersebut juga diwarnai pemberian cokelat dan susu kepada para siswa sebagai bentuk apresiasi. Cara ini membuat penyampaian materi perlindungan anak berlangsung lebih santai dan mudah diterima oleh peserta didik.
“Program Polwan Goes to School ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-78 Polisi Wanita. Kehadiran Polwan di lingkungan sekolah tidak hanya memperkenalkan sosok polisi kepada anak-anak, tetapi juga menunjukkan bahwa kepolisian hadir sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan serta rasa aman bagi generasi muda,” ujarnya.
















