IMG-20260814-WA0068
BALEHO DIRGAHAYU RI 2026 (4x6)
Bangka Tengah

Tim SAR Gabungan Cari Nelayan Hilang di Perairan Lubuk

×

Tim SAR Gabungan Cari Nelayan Hilang di Perairan Lubuk

Sebarkan artikel ini

BANGKA TENGAH – Seorang nelayan asal Desa Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke daratan usai pergi melaut. Tim SAR gabungan kini dikerahkan untuk mencari keberadaan nelayan tersebut di sekitar Perairan Lubuk Besar.

Nelayan bernama Sidi (46), warga Dusun Lubuk Laut, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, dilaporkan belum kembali sejak berangkat mencari ikan pada Selasa (25/8/2026) sore.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Laporan mengenai hilangnya Sidi diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang pada Rabu (26/8/2026) pukul 16.51 WIB. Informasi tersebut disampaikan Awi yang merupakan keluarga korban.

Sidi diketahui berangkat dari Pelabuhan Lubuk Komplek, Kabupaten Bangka Tengah, sekitar pukul 16.00 WIB pada Selasa untuk menuju fishing ground. Berdasarkan kebiasaannya, korban biasanya sudah kembali ke daratan sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

Namun hingga waktu tersebut, Sidi tidak kunjung pulang. Keluarga bersama sejumlah nelayan setempat kemudian melakukan pencarian secara mandiri. Upaya tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 15.45 WIB, tetapi korban maupun kapalnya belum ditemukan.

Setelah pencarian mandiri belum membuahkan hasil, keluarga selanjutnya meminta bantuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang untuk melakukan operasi SAR.

Merespons laporan tersebut, enam personel Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang diberangkatkan pada pukul 17.11 WIB menuju Pantai Lubuk Besar. Tim kemudian melakukan pencarian berdasarkan perkiraan Last Known Position (LKP) korban di koordinat 2°23’33.77″S 106°38’18.60″E.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan. Personel yang terlibat terdiri dari SAR Brimob sebanyak tiga orang, Polair Polres Bangka lima orang, BPBD Bangka lima orang, Laskar Sekaban lima orang, serta 10 nelayan setempat.

Kapal yang digunakan Sidi memiliki ciri khusus, yakni berwarna biru dengan list merah. Informasi mengenai ciri kapal tersebut menjadi salah satu petunjuk yang digunakan tim dalam melakukan penyisiran di wilayah perairan.

error: