Di tengah perjalanan, Suci menanyakan keberadaan surat emas kawin. Doni mengaku tidak mengetahui keberadaan dokumen tersebut dan menduga surat itu masih disimpan ibu mertuanya.
Di lokasi tersebut, Doni mengaku mendapatkan pengakuan mengejutkan dari istrinya mengenai kehidupan masa lalu Suci.
“Setibanya di Pantai Batu Rakit, istri saya bilang kalau dia sudah ada pria lain dan tidak bisa melupakannya sampai kapan pun. Dia juga mengaku pernah ada hubungan spesial,” ujarnya.
Doni kemudian meminta Suci pulang agar persoalan tersebut dapat dibicarakan bersama keluarga. Namun, Suci menolak.
Menurut Doni, selama berada di atas sepeda motor, Suci juga terlihat terus berkomunikasi melalui telepon seluler secara tertutup dengan alasan privasi.
Karena bingung menghadapi situasi tersebut, Doni mencoba menghubungi keluarganya. Namun, belum mendapatkan respons. Ia akhirnya memutuskan kembali ke rumah orang tua Suci untuk memberitahukan bahwa istrinya masih berada di Pantai Batu Rakit.
Suci Tak Ditemukan Saat Dijemput
Ibu Suci kemudian berangkat ke Pantai Batu Rakit untuk menjemput anaknya. Namun, ketika tiba di lokasi, Suci sudah tidak berada di tempat.
Doni kemudian pulang ke rumah keluarganya dan membicarakan kejadian tersebut bersama keluarga besar.
Sekitar pukul 15.00 WIB, keluarga Doni kembali menanyakan keberadaan Suci kepada ayah mertuanya. Saat itu, keluarga Suci menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dilaporkan kepada polisi.
Keterangan tersebut sempat membuat keluarga Doni merasa lebih tenang.
Namun, ketika Doni kembali mendatangi rumah mertuanya pada malam hari, ia mendapat informasi bahwa Suci diduga berada di kawasan Pasir Padi, Pangkalpinang.
Ayah Suci bersama rekannya kemudian berangkat ke Pangkalpinang untuk mencarinya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Pada Rabu (30/9/2026), keluarga Doni mendapat kabar bahwa Suci sudah tidak berada di Pangkalpinang.
Kondisi itu kemudian membuat keluarga Doni mempertanyakan laporan kepolisian yang sebelumnya disebut telah dibuat.















