“Setelah kami selidiki, ternyata belum dilaporkan ke polisi secara resmi. Alhasil kami berinisiatif untuk melaporkan sendiri kejadian ini ke Polres Bangka Barat, namun sempat ditahan oleh ayah mertua dengan alasan malu,” ungkap Doni.
Keluarga Doni kemudian masih memberikan waktu kepada pihak keluarga Suci untuk mencari keberadaan perempuan tersebut.
Sekitar 7 Oktober 2026, setelah tidak mendapatkan kepastian, Doni kembali berencana melaporkan hilangnya Suci ke Polres Bangka Barat. Namun, upaya itu kembali tertunda setelah ayah mertuanya meminta tambahan waktu tiga hari.
Waktu tersebut akhirnya berlalu tanpa kabar mengenai keberadaan Suci.
Pihak keluarga Suci kemudian mengaku tidak mampu lagi membawa Suci pulang. Sementara itu, Doni yang selama beberapa waktu masih berharap istrinya kembali akhirnya memutuskan mengambil langkah hukum.
“Karena tetap tidak ada kabar, saya pun akhirnya mendatangi Polres Bangka Barat untuk membuat laporan resmi atas hilangnya istri saya,” tegas Doni.
Doni berharap laporan tersebut dapat membantu menemukan keberadaan Suci dalam kondisi selamat. Ia juga mengaku masih menunggu kejelasan dari keluarga Suci mengenai masa depan rumah tangga mereka.
Hingga kini, keberadaan Suci masih menjadi tanda tanya. Laporan kehilangan yang dibuat Doni di Polres Bangka Barat menjadi langkah resmi untuk membantu pencarian sekaligus mengungkap apa yang sebenarnya terjadi setelah perempuan tersebut meninggalkan suaminya hanya dua hari setelah pernikahan.















