<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Alasan Pemkab Babar Siap Kerjasama dengan Pelindo Terkait Pelabuhan Mentok

×

Alasan Pemkab Babar Siap Kerjasama dengan Pelindo Terkait Pelabuhan Mentok

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bakal berkolaborasi dengan PT. Pelindo Cabang II Pangkalbalam terkait pengelolaan dan pemanfaatan Kawasan Pelabuhan Mentok.

Diketahui, kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dengan PT. Pelindo Regional II Pangkalbalam telah berakhir.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman menilai kerjasama ini harus tetap berlanjut. Mengingat peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor perikanan dan kelautan.

“Kerja sama antara PT. Pelindo dan Pemkab Bangka Barat sudah berakhir, maka perlu dilakukan lagi perpanjangan MoU. Dengan demikian kita berharap dapat melakukan penataan dan meningkatkan PAD dari sektor kelautan ini,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat menyampaikan, untuk pengembangan kawasan Pelabuhan Mentok ini melibatkan sejumlah stakeholder.

‘Ada beberapa stakeholder yang terlibat di dalam Mou tersebut, diantaranya DKP terkait dengan tempat pelelangan ikan. Kemudian Disbudpar, DKUP, dan Dinas Perkimhub,” ujarnya.

“Tindak lanjut MOU tersebut DKP merealisasikan kegiatan dengan pelindo berupa pengelolaan TPI di Kawasan Pelabuhan Lama Mentok,” sambungnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT. Pelindo II Cabang Pangkalbalam, Ahmad Yoga Suryadarma menyambut baik dengan adanya rencana kerjasama tersebut.

“Kami siap bersinergi serta bekerjasama dengan Pemkab Bangka Barat dalam memanfaatkan potensi Pelabuhan Mentok. Tak lain untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangka Barat,” katanya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: