Nasional

Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat Rampung di 2029

55
×

Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat Rampung di 2029

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Istimewa
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Istimewa

NASIONAL – Pemerintah menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029 sebagai bagian dari upaya strategis memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.

Target tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, yang dipusatkan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan berasrama yang memberikan layanan pendidikan tanpa biaya bagi siswa dari keluarga miskin dan rentan.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat akan dilakukan secara bertahap hingga akhir masa jabatannya. Ia menegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada jumlah sekolah, tetapi juga pada daya tampung dan kualitas pendidikan yang diberikan.

Setiap Sekolah Rakyat dirancang mampu menampung sekitar 1.000 siswa. Dengan skema tersebut, pemerintah menargetkan total peserta didik Sekolah Rakyat dapat mencapai 500 ribu anak di seluruh Indonesia pada 2029.

Presiden mengungkapkan, hingga saat ini jumlah siswa Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 15 ribu orang. Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 30 ribu siswa pada akhir 2026, seiring bertambahnya sekolah yang mulai beroperasi di berbagai daerah.

“Pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan anak-anak bangsa yang selama ini sulit mengakses pendidikan layak,” ujar Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Negara juga memberikan apresiasi kepada jajaran kementerian yang terlibat, khususnya Kementerian Sosial, atas percepatan realisasi program Sekolah Rakyat. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program nasional tersebut.

Presiden kembali menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam upaya pemerintah menghapus kemiskinan ekstrem. Ia optimistis, melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat memperoleh kesempatan yang setara untuk mengubah masa depan mereka.

error: