NASIONAL – Penggunaan gawai yang kian masif di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius berbagai pihak. Untuk mencegah dampak negatif sekaligus memperkuat keamanan digital di kalangan pelajar, Densus 88 Antiteror Polri turut ambil peran dalam kegiatan edukatif yang menyasar guru, orang tua, dan siswa sekolah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui talkshow bertema Pemanfaatan Gawai Bijak yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Senin (19/1/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya penggunaan perangkat digital secara aman, sehat, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.
Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri hadir sebagai narasumber dalam talkshow bertajuk Penerbitan Surat Edaran Pemanfaatan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan DKI Jakarta.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.300 peserta yang terdiri dari guru, wali murid, serta siswa jenjang SD hingga SMA se-DKI Jakarta, baik secara luring maupun daring melalui platform Zoom.
Narasumber dari Dit Cegah Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Moh. Dofir, S.Ag., S.H., M.H., menegaskan bahwa pemanfaatan gawai tanpa kontrol dapat menimbulkan berbagai risiko, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
“Surat Edaran Pemanfaatan Gawai Bijak sangat penting sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya penggunaan gawai yang tidak terkontrol, terutama pada usia sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, regulasi tersebut dapat menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam mengatur penggunaan gawai secara aman, sekaligus mendorong kolaborasi lintas instansi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bebas dari pengaruh negatif dunia digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kebijakan ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik agar lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
“Melalui pedoman ini, kami ingin membangun generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak dan aman dalam menggunakan gawai di kehidupan sehari-hari,” katanya.













