Nasional

Bibit Siklon 91S Muncul Saat Pancaroba, Ini Dampak Cuaca Ekstrem yang Perlu Diwaspadai

46
×

Bibit Siklon 91S Muncul Saat Pancaroba, Ini Dampak Cuaca Ekstrem yang Perlu Diwaspadai

Sebarkan artikel ini
Suasana kantor BMKG. Foto: Istimewa
Suasana kantor BMKG. Foto: Istimewa

NASIONAL – Dinamika cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian seiring terpantau munculnya bibit siklon tropis 91S di wilayah selatan Indonesia. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan masa pancaroba, yaitu periode peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang kerap ditandai perubahan cuaca mendadak.

Keberadaan bibit siklon 91S memicu peningkatan potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir dan rawan bencana, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca yang ditimbulkan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Secara meteorologis, bibit siklon tropis merupakan tahap awal terbentuknya siklon tropis. Fase ini ditandai dengan adanya sirkulasi angin yang mulai berputar disertai pertumbuhan awan konvektif yang cukup signifikan di suatu wilayah perairan.

Kode 91S sendiri digunakan sebagai penanda sementara untuk memantau sistem gangguan cuaca yang berpotensi berkembang. Dalam fase ini, bibit siklon dipahami sebagai cikal bakal badai laut yang dapat memicu hujan lebat serta angin kencang, meskipun belum sepenuhnya memenuhi kriteria sebagai siklon tropis.

Pada umumnya, kecepatan angin dalam fase bibit siklon berada di kisaran 15 hingga 34 knot. Namun, jika didukung kondisi atmosfer yang kondusif, intensitas angin dapat meningkat dan berpotensi berkembang menjadi sistem cuaca yang lebih kuat.

Bibit siklon tropis 91S sebelumnya terpantau berkembang di Samudra Hindia selatan wilayah Nusa Tenggara Timur sejak pertengahan Januari 2026. Namun, dalam perkembangannya, sistem ini mengalami pelemahan akibat berkurangnya dukungan parameter atmosfer, sehingga tidak lagi berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.

Meski melemah, keberadaan bibit siklon 91S sempat memicu berbagai dampak cuaca di sejumlah wilayah Indonesia. Beberapa potensi dampak yang ditimbulkan antara lain:

1. Peningkatan Intensitas Hujan Lebat

Bibit siklon 91S mendorong terbentuknya awan-awan hujan berukuran besar akibat meningkatnya kelembapan udara. Kondisi atmosfer yang tidak stabil membuat hujan berpotensi turun dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat.

2. Ancaman Banjir dan Tanah Longsor

Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, hingga gangguan pada aktivitas pertanian dan infrastruktur, terutama di wilayah dengan sistem drainase terbatas.

3. Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

Perbedaan tekanan udara serta interaksi antar sistem angin dapat memicu angin kencang, khususnya di wilayah pesisir dan perairan terbuka. Kondisi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran dan nelayan.

4. Gelombang Laut Tinggi

Bibit siklon 91S juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah Samudra Hindia bagian barat hingga selatan Indonesia, dengan ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.

error: