BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bakuda Bangka Belitung
Bangka Barat

Jumlah Kapal di Pelabuhan Tanjung Kalian Berkurang, ASDP: Tersisa 11 Kapal yang Beroperasi

×

Jumlah Kapal di Pelabuhan Tanjung Kalian Berkurang, ASDP: Tersisa 11 Kapal yang Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Kondisi terkini penyebrangan di Pelabuhan Tanjung Kalian. Foto: Rizki Ramadhani.
Kondisi terkini penyebrangan di Pelabuhan Tanjung Kalian. Foto: Rizki Ramadhani.

BANGKA BARAT – Memasuki H-7 arus mudik Lebaran, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Sabtu (14/3/2026) mulai menunjukkan peningkatan jumlah penumpang.

Namun di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, jumlah kapal yang melayani rute penyeberangan justru mengalami pengurangan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kondisi tersebut memicu potensi kepadatan di area pelabuhan karena tidak semua pemudik dapat langsung terangkut sesuai jadwal. Terbatasnya armada kapal yang beroperasi membuat proses penyeberangan harus menyesuaikan dengan kapasitas yang tersedia.

General Manager ASDP Bangka, Agustinus Cahyo, mengatakan pada saat ini terdapat pengurangan jumlah kapal yang beroperasi. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab membludaknya penumpang di pelabuhan.

“Kalau membludak karena kapasitas pelabuhan terbatas. Kemudian kita juga ada kapal cuma 11 unit yang harusnya siap operasi awalnya ada 14 kapal yang artinya ada pengurangan 3 kapal. Kapal tersebut kapasitas bisa 300 orang, nah itu pasti berpengaruh lah,” kata Agustinus Cahyo.

Menurutnya, berkurangnya tiga unit kapal tersebut berdampak langsung terhadap daya angkut penumpang maupun kendaraan yang hendak menyeberang. Setiap kapal memiliki kapasitas sekitar 300 penumpang, sehingga pengurangan armada otomatis mengurangi jumlah pemudik yang dapat dilayani dalam satu waktu.

Ia juga menambahkan kepadatan di pelabuhan tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan armada, tetapi juga karena banyak penumpang datang lebih awal tanpa tiket yang sesuai jadwal keberangkatan.

“Jadi memang kombinasi dengan yang datang banyak kapalnya jumlahnya terbatas ada juga yang belum punya tiket. Mereka coba-coba mendapatkan tiket dan mereka dapatnya jam udah larut tapi mereka ada sudah di sini (datang lebih awal). Jadi menimbulkan kepadatan tapi mereka harusnya jam (keberangkatan) masih lama tapi sudah datang,” ujarnya.

Pihak ASDP mengimbau masyarakat yang hendak menyeberang agar membeli tiket sesuai jadwal keberangkatan dan datang ke pelabuhan mendekati waktu yang tertera pada tiket. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean panjang serta menghindari penumpukan penumpang di area pelabuhan.

error: