BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bakuda Bangka Belitung
Bangka Barat

Antrean Padat, Sopir Truk Menunggu hingga 24 Jam Tanpa Kepastian Tiket

×

Antrean Padat, Sopir Truk Menunggu hingga 24 Jam Tanpa Kepastian Tiket

Sebarkan artikel ini
Pengemudi truk di Pelabuhan Tanjung Kalian. Foto: Rizki Ramadhani.
Pengemudi truk di Pelabuhan Tanjung Kalian. Foto: Rizki Ramadhani.

BANGKA BARAT – Aktivitas penyeberangan di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api mulai dipadati kendaraan. Lonjakan arus kendaraan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode mudik, membuat antrean kendaraan di jalur masuk pelabuhan semakin panjang.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (14/3/2026) menunjukkan ratusan kendaraan memadati area menuju pelabuhan. Antrean tidak hanya didominasi mobil pribadi dan sepeda motor, tetapi juga kendaraan angkutan barang seperti truk logistik hingga truk sumbu tiga atau yang biasa disebut puso.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kendaraan-kendaraan berat tersebut terlihat mengular di sepanjang jalan menuju pelabuhan karena belum mendapatkan jadwal keberangkatan. Panjang antrean bahkan mencapai ratusan meter dari area pintu masuk menuju dermaga.

Salah seorang sopir truk, Imam, mengaku telah menunggu cukup lama untuk mendapatkan tiket penyeberangan menuju Pelabuhan Tanjung Api-api.

“Dari kemarin sore sudah menunggu, hampir 24 jam. Katanya tiket untuk truk baru tersedia tanggal 16, sampai sekarang belum dapat tiket,” ungkap Imam saat ditemui di kawasan pelabuhan pada Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, pada hari ini penyeberangan lebih diprioritaskan untuk kendaraan pribadi yang membawa pemudik.

“Hari ini katanya khusus mobil pribadi. Jadi untuk kendaraan diesel atau truk kemungkinan baru dapat tiket tanggal 16,” ujarnya.

Imam mengatakan, selama dua hari terakhir dirinya hanya bisa menunggu di area pelabuhan sambil menanti kepastian jadwal keberangkatan.

“Selama dua hari ini ya duduk-duduk menunggu jadwal menyebrang,” katanya.

Ia berharap proses penyeberangan dapat berjalan lebih lancar sehingga para sopir tidak perlu menunggu terlalu lama.

“Mudah-mudahan bisa lancar jangan kaya gini, waktu habis untuk menunggu. Kalau kerugian pasti ada, kalau bisa lebih cepat tentu lebih enak,” harapnya.

Imam menuturkan dirinya sebelumnya mengantarkan muatan cat ke kawasan Pangkalan Balai dan kini hendak kembali ke Bangka dalam kondisi truk kosong.

error: