BANGKA BARAT – Rencana pembangunan pabrik pengolahan logam tanah jarang (LTJ) di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Ular, Mentok, mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Proyek strategis ini dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat sektor industri berbasis hilirisasi mineral di Bangka Barat.
Bupati Bangka Barat, Markus, menyatakan pihaknya menyambut positif rencana tersebut karena diyakini mampu memberikan dampak luas bagi daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Menurut Markus, informasi awal terkait rencana pembangunan pabrik LTJ diperoleh saat dirinya melakukan kunjungan ke PT Timah Tbk. Dalam pertemuan itu, manajemen perusahaan menyampaikan adanya rencana pengembangan fasilitas pengolahan LTJ di kawasan Tanjung Ular.
“Kami sudah mendapat informasi saat berkunjung ke PT Timah. Disampaikan ada rencana pembangunan pabrik LTJ di kawasan mereka di Tanjung Ular,” ujarnya, Kamis (7/6/2026).
Ia menegaskan, pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mendukung penuh kebijakan yang berasal dari pemerintah pusat tersebut. Kehadiran industri pengolahan LTJ diharapkan mampu memperkuat rantai hilirisasi serta memberi kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.
“Kami menyambut baik, harapan kami, itu bisa berjalan dan memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, Markus mengakui hingga saat ini belum ada koordinasi resmi antara pemerintah daerah dengan pihak terkait mengenai realisasi proyek tersebut. Pemerintah daerah masih menunggu kepastian lebih lanjut dari perusahaan maupun pemerintah pusat.
Sementara itu, berkembang informasi bahwa rencana pembangunan ini juga berkaitan dengan agenda kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam waktu mendatang.
“Kalau koordinasi resmi memang belum. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak PT Timah. Pada prinsipnya, kami siap mendukung,” bebernya.













