BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mengusulkan sebanyak 110 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Dari total usulan tersebut, formasi guru menjadi prioritas utama untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah.
Langkah ini dilakukan karena dalam beberapa tahun terakhir banyak guru di Bangka Barat yang memasuki masa pensiun, sehingga kebutuhan tenaga pendidik dinilai semakin mendesak. Selain guru, pemerintah daerah juga mengusulkan formasi untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bangka Barat, Heru Warsito, mengatakan usulan CPNS 2026 difokuskan pada sektor yang paling membutuhkan tambahan sumber daya manusia.
“Kita mengajukan 110 formasi yang paling banyak tenaga pendidik kemudian tenaga kesehatan dan teknis termasuk didalamnya auditor. Karena banyak guru-guru yang pensiun. Tenaga pendidik itu 50an itu kita juga menunggu persetujuan BKN,” katanya.
Menurut Heru, sekitar 50 formasi yang diusulkan khusus untuk tenaga pendidik. Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan guru di Bangka Barat.
“Sebenarnya kalau dikatakan cukup ya belum karena yang pensiun cukup banyak tapi minimal sudah bisa mengcover kebutuhan pegawai tenaga pendidikan,” ucapnya.
Kekurangan guru masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, terutama untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan optimal di seluruh satuan pendidikan.
Selain tenaga pendidik, pemerintah daerah juga berharap formasi untuk tenaga kesehatan dan teknis dapat disetujui agar pelayanan publik di berbagai sektor semakin maksimal.
Heru Warsito berharap kondisi keuangan daerah tetap stabil sehingga pemerintah daerah memiliki kemampuan untuk terus menambah kebutuhan pegawai, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun teknis, sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.















