Gong Xi Fa Chai
Bangka Belitung

Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Aktivitas Perusahaan Sawit

×

Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Aktivitas Perusahaan Sawit

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN – Persoalan infrastruktur jalan menuju kebun hingga dampak aktivitas perusahaan kelapa sawit menjadi keluhan utama warga Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, saat kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol, Sabtu (16/5/2026).

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat menyampaikan keresahan mereka terkait kondisi jalan usaha tani yang rusak serta minimnya komunikasi antara perusahaan sawit dengan warga sejak awal aktivitas operasional dimulai.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain mendengar aspirasi warga, Rina Tarol juga memaparkan berbagai program bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari bantuan bibit pertanian, sertifikasi halal, hingga jaminan BPJS bagi pelaku UMKM.

“Program ini terbuka, mulai dari bantuan bibit, sertifikat halal, hingga BPJS bagi pelaku usaha. Tapi harus diajukan melalui proposal. Kami prioritaskan masyarakat kecil, bukan pemilik lahan luas,” ujar Rina Tarol.

Ia menegaskan, bantuan bibit pertanian diprioritaskan untuk petani kecil agar manfaat program pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, warga Desa Nangka menyoroti kondisi jalan menuju kebun yang rusak dan diduga terdampak aktivitas kendaraan perusahaan sawit. Selama ini, kata warga, perbaikan jalan dilakukan secara swadaya tanpa dukungan dari pihak perusahaan.

“Jalan itu akses utama kami ke kebun. Sudah rusak, tapi tidak ada bantuan dari pihak perusahaan,” ungkap Rido, salah satu perwakilan warga.

Tak hanya soal infrastruktur, warga juga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan sebelum perusahaan mulai beraktivitas di wilayah mereka.

“Kami tidak pernah diajak bicara sejak awal. Tiba-tiba aktivitas sudah berjalan,” kata seorang warga.

Masyarakat juga menyampaikan keluhan mengenai dugaan ketimpangan penyaluran bantuan sosial dan akses terhadap berbagai program pemerintah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Rina Tarol meminta masyarakat menempuh jalur formal agar persoalan dapat dibahas secara resmi bersama pihak terkait.

error: