BANGKA BARAT – Kemarahan warga Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, akhirnya memuncak. Aktivitas tambang timah skala kecil yang diduga ilegal dituding menjadi penyebab rusaknya jalan provinsi hingga terancam putus, sehingga masyarakat turun langsung menghentikan aktivitas para penambang.
Aksi warga bukan sekadar protes. Mereka mendatangi lokasi tambang, mengamankan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk menambang timah, serta mendesak aparat penegak hukum segera bertindak tegas sebelum kerusakan jalan semakin meluas dan mengisolasi ribuan warga di empat desa.
Dalam video berdurasi 1 menit 18 detik yang beredar di media sosial dan WhatsApp, terlihat warga mengamankan pipa, selang, serta alat semprot (rajuk) yang diduga digunakan untuk menyedot pasir timah.
Sambil menunjukkan peralatan tersebut, salah seorang warga menyampaikan kritik keras kepada aparat penegak hukum.
“Halo Bapak Kapolda, ini alat yang digunakan untuk merusak jalan Bangka Belitung. Bukti sudah lengkap, kegiatan ini dibekingi oknum,” ujar seorang warga dalam video.
Warga mengaku kecewa karena laporan yang telah berulang kali disampaikan selama ini tidak membuahkan hasil. Mereka menilai pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal telah menyebabkan kondisi jalan provinsi semakin memburuk.
“Jalan ini sudah hampir putus. Sudah berkali-kali dilaporkan, tetapi belum ada tindakan,” kata warga lainnya.
Kerusakan terjadi pada ruas jalan provinsi yang menjadi jalur utama penghubung Desa Telak, Desa Kapit, Desa Semulut, dan Desa Bakit menuju pusat pemerintahan Kecamatan Parittiga.
Kondisi badan jalan dilaporkan mengalami retakan dan kemiringan yang semakin mengkhawatirkan. Apabila tidak segera ditangani, akses transportasi masyarakat berpotensi lumpuh, distribusi kebutuhan pokok terganggu, hingga aktivitas ekonomi warga di empat desa tersebut terancam.
Tak hanya jalan provinsi, warga juga menyebut Jalan Lingkar Parit Empat mengalami kerusakan serius akibat aktivitas tambang timah yang diduga dilakukan secara ilegal.
















