BANGKA BARAT – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkualitas.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, peran keluarga dinilai semakin strategis dalam membangun karakter, menjaga komunikasi, serta menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Bupati Bangka Barat, Markus menyampaikan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara bijaksana agar memberikan manfaat bagi keluarga, bukan justru menjadi penyebab renggangnya hubungan antara orang tua dan anak.
Hal itu disampaikan Markus saat Upacara Harganas yang berlangsung di Halaman Parkir Timur Kantor Bupati Bangka Barat, pada Senin (29/6/2026).
“Bencana demografi andai usia produktif ini tidak berkualitas. Pengasuhan terhadap anak dimulai dari keluarga. Jadikan rumah sebagai edukasi untuk menciptakan anak yang kolaboratif. Tidak hanya dibebankan kepada seorang ibu tapi keterlibatan ayah. Jangan biarkan pikiran dan perilaku dipengaruhi oleh handphone,” kata Markus.
Ia menegaskan, keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pola pengasuhan yang baik, pendidikan karakter, serta komunikasi yang terbuka harus terus diperkuat agar anak-anak mampu menghadapi tantangan di era digital.
Selain itu, Markus menilai literasi digital menjadi salah satu aspek penting yang perlu ditanamkan sejak dini kepada seluruh anggota keluarga. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus menghindari dampak negatif penggunaan media sosial maupun internet.
Peringatan Harganas 2026 juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga, mulai dari penyuluhan pola asuh, literasi digital, konsultasi keluarga hingga kegiatan sosial dan budaya yang mempererat hubungan antargenerasi.
Menurut Markus, ketahanan keluarga tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga melalui kehadiran orang tua dalam mendampingi anak, membangun komunikasi yang hangat, serta menciptakan rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk belajar serta berkembang.
















