BANGKA BARAT – Antrean panjang kendaraan di SPBU Kampung Jawa, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian masyarakat.
Kepadatan kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bangka Barat Markus memastikan pemerintah daerah akan segera memfasilitasi pembahasan bersama pihak SPBU, kepolisian, dan instansi terkait untuk mencari solusi atas persoalan antrean BBM jenis Pertalite yang dikeluhkan masyarakat.
Menurut Markus, pengelolaan distribusi bahan bakar minyak merupakan kewenangan Pertamina. Namun demikian, pemerintah daerah tetap akan mengambil langkah koordinatif agar persoalan yang terjadi di lapangan dapat segera ditangani.
“Kalau masalah BBM, itu sebenarnya kan merupakan kewenangan dari Pertamina. Pengaturannya ada di Pertamina. Tentunya kan, setahu kita mesti ada barcode, harus tepat sasaran. Kalau ada keluhan-keluhan seperti itu, tentunya nanti kami mencoba akan mengundang SPBU mana yang dikeluhkan masyarakat,” katanya, Sabtu (11/7/2026).
Ia mengatakan antrean kendaraan yang bahkan mencapai sekitar 500 meter hingga kawasan Simpang Empat Senang Hati menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Nanti gini aja, nanti kan kami akan mengundang pihak SPBU, nanti kita akan mengundang juga pihak kepolisian, dan nanti kita akan mengundang juga yang terkait untuk membahas masalah itu nanti. Mungkin bukan hanya Kampung Jawa, mungkin juga SPBU lain juga bisa seperti itu,” ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan di lapangan, antrean didominasi kendaraan roda dua maupun roda empat yang menunggu giliran mengisi Pertalite. Pada pagi hari, antrean mobil bahkan mencapai sekitar 500 meter hingga lampu merah Simpang Empat Senang Hati sehingga memicu kemacetan di ruas jalan sekitar SPBU.
Pengelola SPBU Kampung Jawa Mentok, Karli, mengatakan antrean kendaraan mulai terjadi sejak awal pekan. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu adanya pengurangan pasokan Pertalite yang diterima SPBU pada hari sebelumnya.
















