<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Deddi Wijaya Pastikan 1.027 Honorer Bangka Barat yang Tak Lulus Tes PPPK Tahap 1 Tetap Dipertahankan

×

Deddi Wijaya Pastikan 1.027 Honorer Bangka Barat yang Tak Lulus Tes PPPK Tahap 1 Tetap Dipertahankan

Sebarkan artikel ini
Kunjungan ke Kemenpan RB. Foto: Istimewa.
Kunjungan ke Kemenpan RB. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Wakil Ketua Komisi I DPRD Bangka Barat, Deddi Wijaya memastikan sebanyak 1.027 tenaga honorer yang tidak diakomodir tetap bekerja seperti biasanya.

Hal ini disebutkan Deddi Wijaya setelah mendatangi gedung Kementerian Pendayagunaan, Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi pada Senin (16/12/2024) pagi kemarin.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Turut hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Bangka Barat, Badri Syamsu. Sekda Muhammad Soleh, Sekretaris Komisi I DPRD Abang Fadhila. Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Antoni Pasaribu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Henky Wibawa dan Sekretaris DPRD Yudi Hermanto.

“Alhamdulillah aspirasi honorer yang disampaikan ke Komisi I beberapa waktu lalu langsung ditindaklanjuti. Kita bersama beberapa OPD kemudian meneruskan dan memperjuangkan aspirasi ini ke Kemenpan RB,” ujar Deddi Wijaya, Selasa (17/12/2024).

“Kita juga telah datang ke Kementerian Pendidikan, Kemendagri Ditjen Satpol PP dan Linmas serta beberapa Kementerian lainnya di bulan Oktober dan awal November lalu. Alhamdulillah telah membuahkan hasil pada bulan Desember ini,” tambahnya.

Adapun pegawai yang tetap bekerja yakni Tenaga Teknis Pendidikan, Satpol PP dan honorer lain yang minimnya ketersediaan formasi saat tes PPPK. Bahkan belum berkesempatan lulus maka telah diberikan solusi dan tetap terakomodir.

“Iya mereka tetap diakomodir sebagai PPPK dengan sistem paruh waktu dan tetap mendapatkan NIP. Mereka masih tetap bisa melanjutkan pengabdiannya di Babar sembari melihat kemampuan keuangan daerah untuk mengangkat mereka jadi PPPK full time,” katanya.

“Dan apabila nantinya kemampuan keuangan daerah dirasa telah mampu, berpeluang untuk diangkat menjadi PPPK full time. Tentunya berdasarkan mekanisme yang saat ini sedang digodok melalui PP dan akan terbit bulan ini juga,” tambah dia.

DW yang menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Bangka Barat ini menerangkan seperti yang diketahui sebelumnya tahun 2024 di Babar masih tersisa 1.127 orang. Yang terdata berdasarkan usulan Pemkab Babar ke BKN untuk pengangkatan honorer menjadi PPPK.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: