<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Pemkab Bangka Barat Sidak Pegawai Pasca Idulfitri

×

Pemkab Bangka Barat Sidak Pegawai Pasca Idulfitri

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Usai libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Inspektorat Kabupaten Bangka Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah instansi pelayanan publik pada Kamis, 10 April 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kedisiplinan ASN dan kesiapan pelayanan kepada masyarakat setelah masa cuti bersama.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Beberapa instansi yang menjadi sasaran sidak antara lain Puskesmas Mentok, Kantor Camat Mentok, dan RSUD Sejiran Setason yang merupakan pusat layanan langsung kepada masyarakat.

Inspektur Inspektorat Bangka Barat, Fachriansyah menjelaskan bahwa secara umum kehadiran pegawai cukup baik.

“Secara tidak langsung semuanya masuk, karena di setiap titik pelayanan ada yang melayani masyarakat,” ujar Fachriansyah saat ditemui pada Jumat, Jumat, 11 April 2025.

Lanjut, dia menambahkan layanan kepada masyarakat, khususnya di sektor kesehatan,
berjalan dengan lancar.

“Pelayanan UGD dan poli berjalan seperti biasa, tidak ada komplain dari masyarakat. Artinya, pelayanan sudah berjalan normal pasca libur Idul fitri ini,” imbuhnya.

Menurutnya, meskipun terjadi peningkatan jumlah pasien di layanan kesehatan pasca lebaran. Namun, pihaknya memastikan bahwa situasi tetap terkendali.

“Saat ini, layanan kesehatan mengalami peningkatan jumlah pasien. Tapi, mereka sudah melakukan antisipasi, dan layanan yang diberikan juga telah sesuai dengan SOP yang berlaku,” cetusnya.

Sementara itu, terkait kehadiran ASN di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) Bangka Barat. Fachriansyah menyebutkan pihaknya belum melakukan sidak secara langsung ke semua OPD.

Namun, kata dia sistem absensi digital yang telah diterapkan membantu dalam memantau kehadiran semua pegawai.

“Kemarin kita juga sudah menyampaikan absensi tanggal 8 dan 9 April 2025, dan kita meyakini semuanya hadir, jika tidak hadir berarti mereka masih cuti Lebaran,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Bangka Barat tidak menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setelah libur Idul Fitri.

“Jadi semuanya bekerja secara langsung seperti biasa,” tuturnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: