<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Tak Hanya Infrastruktur Jalan, Markus Ingin Peningkatan Sektor Pertanian dan Perikanan

×

Tak Hanya Infrastruktur Jalan, Markus Ingin Peningkatan Sektor Pertanian dan Perikanan

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat dari Sukirman-Bong Ming Ming kepada Markus dan Yus Derahman.

Gelaran sertijab dihadiri dan disaksikan langsung Kepala Biro Pemerintahan Setda Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan yang bertempat di Rumah Dinas Bupati Bangka Barat, pada Selasa (3/6/2025) pagi.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Markus mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk bersatu dan melihat ke depan, menghadapi tantangan serta menyelesaikan berbagai persoalan yang masih ada.

“Pembangunan di seluruh Bangka Barat akan menjadi prioritas visi dan misi Markus dan Yus Derahman, dengan membenahi infrastruktur jalan sehingga meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya.

“Selain itu, meningkatkan kembali sektor pertanian dan perikanan sehingga tonggak perekonomian masyarakat Bangka Barat tidak hanya bertopang pada pertambangan,” sambungnya.

Markus juga mengapresiasi kepemimpinan Sukirman-Bong dan para wakilnya, yang telah membawa berbagai pencapaian bagi daerah.

“Terimakasih atas kepimpinan Sukirman yang telah membangun Bangka Barat pada periode 2021-2025.. Tidak ada yang sempurna untuk membangun Bangka Barat ini,” ucapnya.

Sementara itu , Sukirman menyampaikan terima kasih kepada seluruh Forkopimda dan jajaran pemerintahan atas kerja sama yang baik sesejak kurang lebih 4 tahun masa jabatannya sebagai bupati sejak 2021 lalu.

“Terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat kabupaten Bangka Barat yang telah bersama-sama mensukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, sehingga proses pemilihan tersebut dapat berjalan dengan tertib, aman, kondusif,” katanya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: