<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Basarnas Cari Pria Paruh Baya yang Hilang di Perairan Tanjung Ular

×

Basarnas Cari Pria Paruh Baya yang Hilang di Perairan Tanjung Ular

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi kejadian yang menimpa seorang pria parubaya yang dikabarkan hilang di perairan Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Selasa (26/8/2025).

Korban dengan inisial A yang merupakan warga tanjung ular tersebut sebelumnya diketahui pada 25 agustus 2025 pukul 09.00 WIB berangkat menggunakan kapal speed lidah dari Pantai Selindung menuju perairan Tanjung Ular untuk menjemput anggota Satgasus PT. Timah, Tbk yang berada di PIP Timah di perairan tersebut.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Seorang nelayan atas nama Kiki sempat bertemu korban dengan kapal speed lidah tersebut pada pukul 18.30 WIB berada di perairan antara tanjung ular dan pantai selindung dengan Jarak sekitar 15 Nautical Mile dari bibir pantai selindung dengan kondisi speed Lidah korban mengalami mati mesin.

Nelayan tersebut kemudian memberikan bantuan berupa makanan dan minuman kepada korban dan nelayan tersebut melanjutkan aktivitas menebar jaring disekitar perairan tersebut. Setelah menebar jaring, nelayan tersebut tidak melihat keberadaan korban beserta speed lidah yang digunakannya.

“Selasa pagi anak korban mencari informasi keberadaan korban ke nelayan-nelayan dan mendapatkan info dari nelayan yang sempat bertemu dengan korban kemudian berusaha mencarinya. Namun keberadaanya tidak diketahui hingga saat ini. Kemudian anak korban melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR,” ujar Kakansar Pangkalpinang, I Made Oka Astawa.

Menerima informasi tersebut, Kansar Pangkalpinang memberangkatkan 1 tim rescue USS Mentok menuju lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan yang dibantu oleh Rescuer USS Mentok, Satpolairud Polres Babar dan TNI AL bergegas mencari keberadaan korban menggunakan Kapal RIB (Rigid Inflatable Boat) milik basarnas dengan penyisiran disekitaran lokasi terakhir korban terlihat serta berkoordinasi dengan nelayan-nelayan yang melintas.

I Made Oka Astawa, Kakansar Pangkalpinang menjelaskan “Info tentang hilangnya korban diperairan tanjung ular telah kami tindak lanjuti dengan mengirimkan tim SAR untuk membantu mencari korban. Korban diketahui sering mengantar dan menjemput pegawai Timah menuju PIP di sekitaran perairan tersebut menggunakan Speed Lidah. Semoga upaya pencarian terhadap korban dapat segera membuahkan hasil.”Jelas Oka

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: