BANGKA BARAT – Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu (15/4/2026) sore sekitar pukul 15.10 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Data sementara menunjukkan, dampak angin puting beliung tidak hanya terpusat di satu lokasi, melainkan menyasar tiga desa sekaligus. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material cukup dirasakan masyarakat terdampak.
Camat Parittiga, Adhian, mengungkapkan bahwa total terdapat 25 rumah warga yang terdampak akibat kejadian tersebut.
“Desa Kelabat 18 rumah, Desa Sekar Biru 2 rumah, Desa Puput 5 rumah. Untuk korban tidak ada,” katanya, Kamis (16/4/2026).
Salah satu warga terdampak, Vatiawati (42), mengaku sempat panik saat angin kencang menghantam rumahnya di Desa Kelabat. Ia bahkan masih merasakan trauma setelah kejadian tersebut.
“Waktu itu terjadi saya sedang di rumah waktu ketika mulai ambruk kedepan baru berlarian ke luar. Waktu itu anak pas di luar ada main ada sekolah. Sempat lemas dan panik lah karena takut angin itu juga terjadi di sana,” katanya.
Menurutnya, angin datang secara tiba-tiba dengan pusaran kuat yang menerbangkan bagian atap rumah miliknya.
“Anginnya seperti memutar sehingga membuat asbes belakang rumah terbang ke depan. Harapan ke pemerintah ya mudah-mudahan dapat bantuan lah untuk perbaikan rumah,” ucapnya.
Hingga kini, warga terdampak masih berupaya membersihkan puing-puing dan memperbaiki kerusakan secara mandiri. Mereka berharap adanya perhatian serta bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban pascabencana, terutama dalam perbaikan rumah yang rusak.















