Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa proses seleksi berlangsung secara transparan dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.
“Tidak ada biaya, tidak ada jalur khusus, dan tidak ada titipan. Tidak ada yang menjamin kelulusan,” ucapnya.
Pemerintah memastikan rekrutmen ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga secara kolaboratif, dengan pengawasan ketat untuk menjaga akuntabilitas dan integritas proses seleksi.
“Kami minta pemerintah daerah mendukung sosialisasi program. Pelaksanaan di daerah harus dikawal bersama,” ucap Zulkifli Hasan.
Di sisi lain, program Koperasi Merah Putih terus diperkuat sebagai motor penggerak ekonomi desa. Pemerintah menempatkan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.
“Kopdes Merah Putih menjadi instrumen penting menurunkan kemiskinan ekstrem. Targetnya menuju nol persen,” ujar Ferry Juliantono.
Koperasi desa juga diarahkan menjadi offtaker bagi berbagai hasil produksi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga kerajinan lokal.
Dengan pembukaan rekrutmen besar ini, pemerintah berharap dapat mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang merata di seluruh Indonesia.















