Karena itu, DPRD Babel meminta PT Timah melakukan intensifikasi pengelolaan seluruh wilayah IUP yang telah diberikan negara melalui kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan produksi yang terencana. Penguasaan wilayah yang luas, menurutnya, harus diimbangi dengan produktivitas dan manfaat nyata bagi masyarakat.
DPRD juga menyoroti adanya perbedaan harga bijih timah antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Edi menegaskan, disparitas harga tidak boleh terus berlangsung apabila kualitas mineral yang diperdagangkan memenuhi standar yang sama.
“Prinsip keadilan dalam tata niaga harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat Belitung berhak memperoleh harga yang adil,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, DPRD Babel mendorong percepatan pembangunan smelter di Pulau Belitung. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat memangkas rantai distribusi, mengurangi biaya logistik, meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi tawar penambang dan pelaku usaha lokal.
Di sisi lain, Edi juga meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengevaluasi wilayah-wilayah IUP yang dalam jangka panjang tidak dimanfaatkan secara optimal dan belum memberikan manfaat maksimal bagi negara maupun masyarakat.
“Apabila syarat-syarat hukum terpenuhi, kawasan tersebut dapat ditata kembali sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat dikelola oleh pihak yang benar-benar memiliki kemampuan investasi, produksi, dan hilirisasi sehingga aset negara tidak menjadi lahan yang menganggur,” ujarnya.
Ia menegaskan, sumber daya alam tidak boleh hanya dikuasai secara administratif, melainkan harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi rakyat.
“DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus mendorong Pemerintah Pusat mencari solusi atas persoalan RKAB demi melindungi masyarakat. Namun langkah tersebut harus diiringi pembenahan tata kelola PT Timah, percepatan hilirisasi di Pulau Belitung, evaluasi efektivitas pemanfaatan IUP, serta terciptanya keadilan harga bagi masyarakat Belitung,” katanya.
















