IMG-20260926-WA0062
Belitung Timur

Nelayan Olivier Belitung Timur Terhimpit Biaya Melaut, Preman Laut hingga Tambang Ilegal

×

Nelayan Olivier Belitung Timur Terhimpit Biaya Melaut, Preman Laut hingga Tambang Ilegal

Sebarkan artikel ini
Tambang timah di Belitung Timur. Foto: Istimewa.
Tambang timah di Belitung Timur. Foto: Istimewa.

Namun, Pandi, warga yang kerap melintas di kawasan tersebut, mengaku kini tidak lagi leluasa menikmati pemandangan di sekitar embung. Ia menyebut adanya aktivitas tambang dan pengawasan oleh sejumlah orang yang membuat masyarakat takut mendekat.

“Lihatlah pemandangannya yang bagus itu. Bukit, awan dan kolong terlihat menyatu, menbuat mata kita sejuk memandang itu. Tapi sekarang tidak ada lagi yang bisa duduk santai dekat situ karena ada aktifitas tambang, semua takut mendekat karena diawasi. Siapapun kesitu di curigai bahkan bisa mati,” kata Pandi salah satu warga yang melintas di jalan tersebut.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pengakuan warga tersebut menambah panjang daftar persoalan yang perlu ditindaklanjuti, terutama menyangkut pemanfaatan fasilitas publik, pengawasan aktivitas pertambangan, serta jaminan keamanan masyarakat.

Rangkaian keluhan nelayan dan warga Olivier menjadi peringatan bahwa persoalan tambang ilegal tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga menyentuh keamanan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan masa depan mata pencaharian warga pesisir.

Penegakan hukum, pengawasan kawasan pesisir dan mangrove, pemerataan bantuan alat tangkap, serta penguatan usaha pengolahan hasil laut menjadi sejumlah langkah yang dibutuhkan. Masyarakat berharap laut Olivier tetap menjadi ruang mencari nafkah yang aman, bukan wilayah yang justru membuat nelayan semakin terdesak.

error: