Bangka Barat

Puluhan Rumah di Mentok Terendam Banjir, Pemda Turun Tangan Salurkan Bantuan

43
×

Puluhan Rumah di Mentok Terendam Banjir, Pemda Turun Tangan Salurkan Bantuan

Sebarkan artikel ini
Sekda Babar mengecek lokasi banjir Mentok. Foto: Istimewa.
Sekda Babar mengecek lokasi banjir Mentok. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kembali memicu banjir di sejumlah permukiman warga. Puluhan rumah terdampak genangan air yang merendam kawasan padat penduduk sejak hujan deras berlangsung selama beberapa jam.

 

Peristiwa tersebut terjadi di beberapa titik rawan banjir, di antaranya Kampung Ciulong, Kampung Ulu, hingga kawasan rumah warga di Tanjung Kalian. Air meluap ke permukiman warga dan menggenangi rumah dengan ketinggian bervariasi.

Dari data sementara yang dihimpun di lapangan, ketinggian air diperkirakan mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi itu membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian harus menyelamatkan perabot rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi.

Salah seorang warga Kampung Ciulong, Handa (40), mengungkapkan banjir datang dengan cepat setelah hujan turun cukup lama

“Hujannya deras sejak malam, air langsung naik dan masuk ke rumah. Tingginya sekitar 30 sampai 50 sentimeter,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat langsung melakukan pengecekan ke lokasi terdampak.

Sekretaris Daerah Bangka Barat, Muhammad Soleh, mengatakan pihaknya turun bersama Satpol PP, BPBD, serta Dinas Sosial untuk memastikan kondisi warga dan kebutuhan di lapangan.

“Selain melakukan pengecekan, kami juga menyalurkan bantuan berupa ratusan makanan kepada warga terdampak. Sejumlah personel juga dikerahkan untuk membantu membersihkan rumah warga dari lumpur sisa banjir,” ujar Soleh.

Ia menambahkan, terdapat aspirasi dari salah satu warga yang menginginkan relokasi karena lokasi rumahnya kerap terendam banjir. Namun, hal tersebut masih memerlukan kajian lebih mendalam sebelum diambil keputusan.

“Relokasi tentu harus dikaji secara komprehensif agar solusinya tepat dan berkelanjutan,” katanya.

Banjir di Mentok diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang turun dalam waktu lama, ditambah kapasitas drainase yang belum mampu menampung debit air secara maksimal.

Pemerintah daerah memastikan akan melakukan evaluasi lanjutan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terus berulang di musim hujan.

error: