BANGKA BARAT – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Karang Berang-berang, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Memasuki hari kedua, pencarian kembali dilanjutkan sejak pagi dengan penyisiran di sejumlah sektor perairan yang telah dipetakan.
Korban diketahui bernama M. Adnan Sahid (67), warga Gang Wanapura, Kelurahan Keranggan, Mentok. Ia dilaporkan tidak kembali setelah melaut menggunakan perahu kayu berwarna kuning abu-abu dengan panjang sekitar 5 hingga 6 meter. Hingga Sabtu (10/1/2026), korban masih berstatus dalam pencarian.
Komandan Pos SAR Mentok, Fajar Permana, mengatakan bahwa operasi pencarian hari kedua dimulai pukul 06.30 WIB setelah seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan briefing.
“Pencarian hari ini kami laksanakan sesuai rencana operasi SAR H.2 dengan membagi area pencarian menjadi dua sektor berdasarkan hasil evaluasi dan analisa di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor pertama disisir menggunakan kapal nelayan dengan luasan sekitar 25 nautical mile persegi. Sementara sektor kedua yang juga memiliki luasan serupa dilakukan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Kantor Pencaharian dan Pertolongan Pangkalpinang.
“Kami mengoptimalkan seluruh alat utama yang tersedia agar pencarian berjalan efektif,” kata Fajar.
Menurutnya, kondisi cuaca di lokasi pencarian relatif mendukung meski tetap perlu kewaspadaan.
“Cuaca hari ini berawan, kecepatan angin sekitar 9 knot dari arah barat laut dengan tinggi gelombang kurang lebih setengah meter. Namun seluruh tim tetap kami instruksikan untuk mengutamakan keselamatan,” tambahnya.
Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur SAR terlibat, antara lain rescuer USS Mentok, Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Polairud Polres Bangka Barat, BPBD Bangka Barat, nelayan setempat, serta keluarga korban. Berbagai peralatan pendukung seperti kendaraan operasional, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan keselamatan juga dikerahkan.














