Bangka Barat

Cekcok Berujung KDRT, Pria di Mentok Ditangkap Polisi

20
×

Cekcok Berujung KDRT, Pria di Mentok Ditangkap Polisi

Sebarkan artikel ini
Kanit Tipidum Satreskrim Polres Bangka Barat, Ipda M. Harits Arlianto. Foto: Sorotanbangka.
Kanit Tipidum Satreskrim Polres Bangka Barat, Ipda M. Harits Arlianto. Foto: Sorotanbangka.

BANGKA BARAT – Polres Bangka Barat mengamankan seorang pria berinisial SS alias SG (34) yang diduga terlibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.

Penangkapan dilakukan sebagai bagian dari komitmen kepolisian dalam menindak tegas segala bentuk kekerasan, khususnya yang terjadi di lingkungan keluarga.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kasus KDRT ini mencuat setelah korban melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Bangka Barat bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Kecamatan Mentok.

KBO Satreskrim Polres Bangka Barat, Iptu Muhammad Harits Arlianto, seizin Kasatreskrim AKP Fajar Riansyah Pratama, menjelaskan bahwa pelaku diamankan pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 22.15 WIB di kediamannya tanpa perlawanan. Pelaku diketahui merupakan warga Tanjung Sawah, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok.

“Pelaku kami amankan di rumahnya dan tidak melakukan perlawanan. Dalam perkara ini, barang bukti yang turut diamankan berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, peristiwa KDRT tersebut dipicu oleh ketidakharmonisan hubungan rumah tangga antara pelaku dan korban. Insiden kekerasan terjadi pada 30 November 2025 sekitar pukul 19.00 WIB, saat keduanya berada di rumah.

“Awalnya persoalan sepele. Korban berniat keluar rumah namun tidak diizinkan oleh pelaku. Ponsel korban kemudian diambil, cekcok pun terjadi hingga berujung pada tindakan kekerasan fisik,” ungkap Iptu Harits.

Berdasarkan keterangan korban dan saksi, tindakan kekerasan tersebut disebut baru pertama kali terjadi. Namun sebelumnya, hubungan keduanya kerap diwarnai pertengkaran dan kurangnya perhatian dari pelaku, termasuk saat korban sedang sakit dan diminta pulang ke rumah orang tuanya.

Selain itu, korban juga sempat menemukan nomor perempuan lain di ponsel pelaku yang diduga memiliki hubungan khusus dengan pelaku. Hal tersebut semakin memperkeruh kondisi rumah tangga dan memicu konflik yang berujung pada aksi KDRT.

error: