NASIONAL – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali membuka kesempatan bagi generasi muda Tanah Air yang bercita-cita mengabdi sebagai prajurit. Rekrutmen TNI tahun 2026 ini menjadi perhatian publik karena dibukanya kebutuhan personel dalam jumlah cukup besar, mulai dari tingkat tamtama hingga perwira.
Pembukaan pendaftaran ini sejalan dengan penguatan dan pengembangan struktur organisasi TNI yang terus dilakukan. Sejumlah satuan baru dibentuk, sehingga mendorong peningkatan kebutuhan sumber daya manusia di tubuh TNI secara berkelanjutan.
Perwira Pembantu Utama Satu Perencanaan TNI, Kolonel Kaveleri Erizal Satria, mengungkapkan bahwa saat ini TNI memang memerlukan tambahan personel dalam jumlah signifikan, khususnya pada jenjang perwira dan tamtama.
“TNI beserta jajarannya memang sedang mengembangkan organisasi. Banyak satuan baru yang dibentuk, sehingga membutuhkan personel perwira dan tamtama yang cukup banyak,” ujarnya dikutip dari RRI.co.id, Sabtu (31/1/2026).
Meski kebutuhan personel cukup besar, Erizal menegaskan bahwa mekanisme rekrutmen antara perwira dan tamtama tetap memiliki perbedaan. Untuk calon perwira, proses seleksi akan dilakukan langsung oleh Markas Besar TNI, sedangkan jalur lainnya mengikuti ketentuan masing-masing matra.
Dalam proses rekrutmen tersebut, TNI tidak hanya mencari kemampuan teknis semata. Pembinaan calon perwira difokuskan pada pembentukan karakter kepemimpinan di bidang pertahanan negara, termasuk kemampuan manajerial dan pengambilan keputusan strategis.
“Oleh sebab itu, rekrutmen perwira TNI merupakan proses kaderisasi kepemimpinan yang bersifat fundamental, terutama bagi keberlangsungan organisasi TNI di masa yang akan datang,” jelas Erizal.
Bagi putra-putri Indonesia yang berminat bergabung menjadi prajurit TNI, Erizal mengimbau agar selalu mengakses informasi resmi melalui situs web dan akun media sosial Pusat Penerangan TNI, salah satunya Instagram @puspentni. Seluruh tahapan awal pendaftaran dilakukan secara daring.
“Jika ingin bergabung, silakan mengunjungi website resmi Puspen TNI. Karena proses awalnya memang harus melalui pendaftaran online,” tambahnya.














