NASIONAL – Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme terus digencarkan Polri dengan menyasar generasi muda. Melalui program edukatif bertajuk LENTERA KAPUAS, Densus 88 Antiteror Polri memberikan pemahaman langsung kepada ratusan pelajar SMAN 6 Pontianak tentang bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Kegiatan yang digelar pada Senin (2/2/2026) ini menjadi ruang dialog terbuka bagi siswa untuk mengenali ancaman paham radikal sejak dini. Edukasi tersebut menekankan pentingnya nilai kebangsaan, toleransi, serta sikap kritis dalam menyaring informasi, khususnya di era digital yang rawan disusupi narasi ekstrem.
Pemateri kegiatan, Ipda Yulius Sugiyanto, S.H., menjelaskan bahwa pemahaman terhadap paham intoleran dan radikal perlu dibangun sejak bangku sekolah. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan mencegah berkembangnya ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
Dalam paparannya, Ipda Yulius menguraikan berbagai bentuk radikalisme yang kerap menyasar pelajar, termasuk melalui media sosial dan lingkungan pergaulan. Ia juga mengajak siswa untuk berani bersikap kritis, tidak mudah terprovokasi, serta aktif melaporkan indikasi awal penyebaran paham ekstrem kepada pihak berwenang atau guru.
Kegiatan ini diikuti oleh 875 siswa, serta dihadiri jajaran manajemen sekolah dan para guru. Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung interaktif, di mana siswa menyampaikan pandangan dan pertanyaan seputar isu toleransi serta ancaman radikalisme di lingkungan sekitar.
Melalui edukasi ini, para pelajar mengaku semakin memahami risiko dan dampak buruk paham radikal, sekaligus mengetahui langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, Densus 88 AT Polri menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan program edukasi serupa di berbagai sekolah dan komunitas. Langkah ini diharapkan mampu membangun ketahanan ideologi generasi muda demi mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan berlandaskan nilai kebhinekaan.
















