BANGKA BARAT – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dan Pergantian Antar Waktu (PAW) tahun 2026, aparat keamanan mulai melakukan pemetaan potensi gangguan kamtibmas.
Setelah data terkumpul, Polres Bangka Barat mengambil langkah antisipatif dengan menyiagakan personel guna menjaga stabilitas keamanan serta memastikan seluruh tahapan berjalan lancar.
Hal itu disampaikan Wakapolres Bangka Barat, Albert Daniel Tampubolon dalam rapat koordinasi persiapan Pilkades bersama unsur forkopimda di OR II, pada Kamis (23/4/2026).
“Polres Bangka Barat terlebih dahulu melakukan pemetaan potensi kerawanan yang ada di masing-masing desa tersebut. Hasil dari analisa tersebut oleh Bag Ops sehingga keluarlah nanti berapa jumlah personel yang disiagakan,” ujarnya.
Proses pengumpulan maupun analisa data kerawanan kata Albert merupakan hal yang penting mengingat masing-masing daerah memiliki karakteristik yang berbeda.
“Nah kita tidak bisa mengurangi intensitas karena masing-masing desa yang melaksanakan memiliki tingkat rawan yang berbeda-beda,” ujarnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan ini mengatakan, pihaknya mencatat terdapat dua desa yang mendapatkan perhatian khusus.
“Beranjak dari riwayat pelaksanaan pemilihan sebelumnya ada perhatian khusus yakni Desa Belo Laut dan Desa Baki karena di mana memiliki rangkaian kejadian-kejadian,” ucapnya.
Adapun desa yang melakukan pemilihan Mei 2026 mendatang, yakni Desa Air Belo, Belo Laut, Air Nyatoh, Mancung, Kelabat. Serta pelaksanaan Pilkades Antar Waktu yang berlangsung di Desa Bakit.















