BANGKA BELITUNG – Komitmen aparat penegak hukum di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memerangi peredaran narkotika mendapat sorotan positif dari pemerintah pusat. Upaya yang dilakukan dinilai tidak hanya menunjukkan keseriusan, tetapi juga hasil nyata dalam menekan peredaran barang terlarang di wilayah kepulauan tersebut.
Apresiasi itu datang langsung dari Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol Dr. Suyudi Ario Seto, yang menilai langkah Polda Bangka Belitung telah berada di jalur yang tepat dalam upaya pemberantasan narkoba secara berkelanjutan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih apa yang telah dibangun Polda Babel karena bisa mengamankan narkoba jenis kethamine dan jenis lainnya. Semoga ini bisa terus dilakukan,” kata Suyudi usai menghadiri acara pengukuhan Saka Anti Narkoba di Kantor Gubernur, Kamis (26/4/2026).
Menurutnya, perang terhadap narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum semata. Pendekatan yang lebih komprehensif, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi bagi pengguna, menjadi kunci utama dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga dan elemen masyarakat dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks.
“Terimakasih kepada Kapolda Bangka Belitung yang selalu senantiasa bergandeng tangan dengan BNN. Kita harus kuat bergandeng tangan dalam memberantas narkoba,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suyudi menyoroti posisi strategis Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan yang memiliki potensi kerawanan terhadap jalur masuk narkoba ilegal.
“Babel kita ketahui sangat kaya dan strategis karena Provinsi Kepulauan, tapi juga memiliki potensi karena ada pintu-pintu jalur tikus yang jadi konsen kita terutama masyarakat,” timpalnya.
Dalam upaya memperkuat pencegahan, BNN juga terus menggencarkan program edukatif, salah satunya melalui pengukuhan dan pembinaan Saka Pramuka Anti Narkoba di Bangka Belitung. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika sejak dini.















