BANGKA BARAT – Kelapa Expo 2026 menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat di Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan yang digelar oleh Yayasan Tunas Muda Kelapa ini menghadirkan beragam produk unggulan UMKM, kuliner khas daerah, hingga jajanan tradisional yang menjadi daya tarik bagi warga maupun wisatawan.
Tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, Kelapa Expo 2026 juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Melalui konsep pameran yang memadukan kuliner, produk kreatif, dan hiburan dari penampil nasional, kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar sekaligus mengenalkan potensi Bangka Barat kepada pengunjung.
Bupati Bangka Barat, Markus, menilai Kelapa Expo 2026 bukan sekadar kegiatan hiburan semata, melainkan momentum untuk memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk hadir, mendukung UMKM, dan bersama-sama membangkitkan perekonomian daerah sambil menikmati hiburan dari Tipe-X di Kelapa Expo 2026,” kata Markus, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Markus, potensi kuliner dan kreativitas para pelaku UMKM merupakan aset daerah yang harus terus dipromosikan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Karena itu, kegiatan seperti Kelapa Expo 2026 diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal.
Terdapat 99 tenant yang tersedia di Kelapa Expo 2026. Berdasarkan informasi, ratusan juta rupiah diraup dari beberapa hari pelaksanaan yang berlangsung di Eks Lapangan Sepakbola Kecamatan Kelapa tersebut.
“Ini menjadi ruang promosi yang efektif bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. Ramainya kunjungan masyarakat juga diproyeksikan memberikan efek berganda terhadap sektor ekonomi lainnya,” katanya
















