PANGKALPINANG – Rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membangun Rumah Sakit Daerah Jantung dan Stroke mendapat dukungan dari DPRD Babel. Namun, lembaga legislatif menegaskan tidak menyetujui skema pembiayaan proyek tersebut melalui pinjaman daerah senilai Rp293,312 miliar.
Sikap tersebut mengemuka dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Babel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (3/8/2026). Mayoritas anggota dewan berpandangan kondisi keuangan daerah belum ideal untuk menambah beban utang baru.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan penolakan yang disampaikan DPRD bukan berarti menolak pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Babel. Menurutnya, yang menjadi perhatian adalah mekanisme pembiayaan melalui pinjaman ke Bank Sumsel Babel dengan tenor tiga tahun, mulai 2027 hingga 2029.
“Kami mendukung pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke. Tetapi kami tidak menyetujui jika pembangunannya dibiayai melalui pinjaman daerah. Kondisi APBD saat ini belum memungkinkan,” ujar Didit.
Didit menilai keberadaan rumah sakit khusus jantung dan stroke sangat dibutuhkan masyarakat Bangka Belitung. Karena itu, DPRD tetap memberikan dukungan terhadap realisasi pembangunan fasilitas kesehatan tersebut, selama pembiayaannya tidak membebani kemampuan fiskal daerah.
Sebagai alternatif, DPRD mendorong Pemerintah Provinsi Babel lebih serius memperjuangkan pencairan dana royalti timah yang hingga kini belum diterima dari pemerintah pusat.
Menurut Didit, nilai royalti timah yang belum masuk ke kas daerah diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun. Jumlah tersebut dinilai jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan anggaran pembangunan rumah sakit yang diajukan melalui skema pinjaman.
“Kalau dana royalti itu bisa diperjuangkan dan dibayarkan pemerintah pusat, pembangunan rumah sakit bisa dilakukan tanpa harus menambah utang daerah,” katanya.
















