HUT BABAR 2026 (4X6)..
IMG-20260526-WA0000
Belitung Timur

Demo Penambang Berujung Ricuh, Kantor Unit PT Timah di Gantung Terbakar

×

Demo Penambang Berujung Ricuh, Kantor Unit PT Timah di Gantung Terbakar

Sebarkan artikel ini
Demo penambang berujung ricuh, Kantor Unit PT Timah di Gantung terbakar. Foto: Istimewa.
Demo penambang berujung ricuh, Kantor Unit PT Timah di Gantung terbakar. Foto: Istimewa.

BELITUNG TIMUR – Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan penambang di halaman Kantor Unit PT Timah, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (7/8/2026), berakhir ricuh. Kebakaran yang terjadi saat massa menyampaikan aspirasi menghanguskan bangunan kantor setelah api diduga merembet dari barang-barang yang dibakar di halaman.

Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap bangunan utama kantor. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari kompleks PT Timah, sementara situasi di lokasi sempat dipenuhi kepanikan akibat api yang sulit dikendalikan.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa awalnya menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan kantor. Dalam aksi tersebut, sejumlah barang dibakar di halaman sebagai bentuk protes. Namun, tiupan angin yang cukup kencang membuat api menjalar hingga mengenai bangunan utama kantor.

Akibatnya, kebakaran tidak dapat dihindari dan menyebabkan bangunan kantor terbakar. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti besaran kerugian maupun penyebab pasti kebakaran yang masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan aksi tersebut dipicu oleh keresahan para penambang terkait sulitnya menjual pasir timah di Pos PT Timah yang berada di Kabupaten Belitung. Kondisi itu disebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan memicu kekecewaan di kalangan penambang.

Selain persoalan akses penjualan, para penambang juga mengeluhkan lamanya waktu antrean saat menjual pasir timah. Meski harga beli telah dinaikkan menjadi Rp170.000 per kilogram, mereka mengaku tetap harus menunggu sekitar tiga hingga empat jam untuk dapat melakukan transaksi.

Situasi tersebut diduga menjadi pemicu aksi spontan para penambang yang kemudian berujung ricuh hingga terjadi kebakaran di lingkungan Kantor Unit PT Timah.

Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan pengamanan di lokasi kejadian sekaligus menyelidiki rangkaian peristiwa yang menyebabkan kantor tersebut terbakar. Pihak berwenang juga masih mendata dampak kerusakan serta meminta seluruh pihak untuk menahan diri sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.

error: