PANGKALPINANG – Rencana pembangunan Rumah Sakit Daerah Jantung dan Stroke di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapat dukungan dari DPRD Babel. Namun, dukungan tersebut tidak serta-merta membuat lembaga legislatif menyetujui skema pembiayaan yang diajukan Pemerintah Provinsi Babel melalui pinjaman daerah.
Sikap itu mengemuka dalam pembahasan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Babel. DPRD Babel menilai pembangunan rumah sakit tetap penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi pembiayaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Usulan pembiayaan pembangunan Rumah Sakit Daerah Jantung dan Stroke sebelumnya diajukan melalui pinjaman sebesar Rp293.312.357.000 kepada Bank Sumsel Babel. Pinjaman tersebut direncanakan memiliki tenor tiga tahun, yakni mulai 2027 hingga 2029.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menegaskan bahwa sikap DPRD bukan berarti menolak keberadaan atau pembangunan rumah sakit tersebut. Menurutnya, persoalan utama berada pada pilihan sumber pembiayaan yang dinilai berpotensi menambah beban keuangan daerah.
“Kami mendukung pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke. Tetapi kami tidak menyetujui jika pembangunannya dibiayai melalui pinjaman daerah. Kondisi APBD saat ini belum memungkinkan,” ujar Didit.
DPRD Babel justru mendorong Pemerintah Provinsi Babel mencari sumber pembiayaan lain yang tidak menambah beban utang daerah. Salah satu yang dinilai dapat menjadi alternatif adalah memperjuangkan dana royalti timah yang disebut belum diterima daerah.
Didit menyebut nilai royalti yang belum ditransfer pemerintah pusat mencapai sekitar Rp2 triliun. Nilai tersebut, kata dia, jauh lebih besar dibandingkan dengan rencana pinjaman Rp293,3 miliar untuk pembangunan rumah sakit.
“Kalau dana royalti itu bisa diperjuangkan dan dibayarkan pemerintah pusat, pembangunan rumah sakit bisa dilakukan tanpa harus menambah utang daerah,” katanya.
Ia berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dapat membangun komunikasi dan perjuangan bersama untuk memperoleh hak daerah tersebut. Dana royalti nantinya dapat diarahkan untuk membiayai berbagai program strategis, termasuk pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke.
















